Gadis itu bernama Nadira, dira panggilannya. Manis, pintar, baik hati, namun tegas dengan apa yang diyakininya. Sosok itu terlihat mandiri, tegar dan baik perangainya, jika dilihat sepintas ia selalu terlihat tersenyum, namun sesuatu itu, sesuatu yang belum kita ketahui, sesuatu yang mampu membuatnya yakin, entah apa itu, karena dia belum menceritakannya padaku, yang baru sekaranglah aku paham, sangat paham mungkin, karena ia mulai membagi hal itu padaku, dan aku tahu, tidak hanya tau dan mengerti tapi memahaminya..
Ia merasakan sesuatu..
Sesuatu yang membuatnya tersenyum,
Yang membuatnya merasa dipahami,
Sekaligus yang membuatnya bimbang, bingung..
Entah apa yang itu namanya, kemudian aku mendesaknya, penasaran..
Dan aku hanya di berikan selembar kertas, lalu pergi menghilang dan belum kembali, isinya seperti ini..
entah ini benar atau tidak,
aku sungguh baru menyadarinya kini,
apakah aku bodoh karena tak pernah melihat ini?
hingga mungkin sekarang tak kan tegapai,
hingga tabir itu telah menutup dan membuat batasan,
hingga aku takut angkat bicara tentang hal ini,
tapi sesuatu itu terasa begitu indahnya,
hingga aku tak berani menembus tabir itu,
terlalu berharga untuk disentuh lebih jauh lagi,
takut aku merusaknya,
lebih tepatnya, takut sosok itu menjauh,
karena seperti ini saja sudah jauh lebih cukup,
dekat yang seperti ini sudah sempurna,
karena sosok itu selalu ada,
selalu ada jika dibutuhkan,
selalu mendengar jika aku ingin berbagi,
selalu berbicara jika aku ingin mendengar,
selalu tersenyum walau disaat perih,
aku selalu belajar dari sosok itu,
bagaimana pribadinya berkembang kearah yang lebih baik,
bagaimana caranya bersikap,
semuanya..
tapi sesuatu itu entah datang dari mana,
seolah menyeruak diantara beribu kerumunan orang,
membanjiri, menembus lalu keluar,
sesuatu itu sepertinya enggan untuk disingkirkan,
dan aku tahu apa ini,
sesuatu yang menbingungkan, yang tiba-tiba,
sesuatu itu kini punya nama,
dan aku baru menyadarinya,
sesuatu itu punya nama, yaitu cinta..
biarkan mengalir seperti ini,
biar waktu yang menempatkannya,
agar kita tahu apa yang harus dilakukan,
bergemingkah atau berjalankah?
biarkan Tuhan yang menilai,
apa-apa yang lebih pantas dan lebih baik untuk kita,
karena keadaan yang dipertahankan hingga saat ini,
terlalu indah untuk ditembus,
sekalipun itu dengan yang namanya cinta,
karena terlalu berharga untuk kita,
biarkan Tuhan yang mengatur,
karena jika hati itu telah dipilih dan saling memilih,
kita tak kan pernah dapat lari dari itu semua,
kita tak kan pernah bisa lari dari sesuatu itu,
sesuatu yang mempunyai nama yaitu,
cinta..
Tertegun aku membaca setiap baitnya, ia mengimbangi antara kehidupan yang telah ia miliki saat ini, cinta, dan Tuhan, semuanya ia gantungkan kepata sang Maha Pencipta, ia begitu anggun menyikapi datangnya cinta itu, tidak teburu-buru menentukan, semuanya ia serahkan pada sang Pencita, begitu indahnya perilakunya, karena fitrah kita sebagai wanita adalah pemalu, kita harus menjaga hati kita, tidak mengumbarkannya, bersikap tenang dan selalu berserah diri kepada Allah swt. Suatu pelajaran bagi kita semua khususnya saya, untuk lebih anggun dalam menyikapi datangnya cinta.. :)
Sesuatu yang telah membuat saya penasaran, dan tenyata sesuatu itu punya nama, sesuatu itu namanya cinta.. hheehe, ada.ada aja ya.. :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar