Menjadi seseorang yang
berprofesi dengan sebutan “guru” tidaklah mudah, kenapa? Karena pada hakikatnya
seorang guru yang baik adalah guru yang dapat menjadi contoh yang baik untuk
anak didiknya. Di era seperti saat ini, dengan begitu banyak budaya yang telah
masuk dan membaur pada pola kehidupan kita, saya rasa sudah sedikit banyak ada
pergeseran sikap dari seorang guru itu sendiri.
Saya sendiri pun
terkandang berkata apakah saya sudah menjadi sosok seorang guru yang pantas
untuk digugu dan ditiru? Terkadang saya masih berkaca, perilaku keseharian saya
baik dalam bergaul dengan rekan guru, gaya berbicara, bahkan update-an di media
sosial, saya rasa saya masih sering khilaf dan salah dalam memposting sesuatu
atau berperilaku sesuatu. Saya masih harus belajar, belajar meletakkan sesuatu
pada tempatnya apalagi dengan profesi saya yang notabene katanya pekerjaan yg
mulia. :D
Kembali ke mendidik atau
mengajar? Anak didik atau anak ajar? Hhmm, saya rasa tidak ada ya istilah anak
ajar? Dan apa bedanya antara mendidik dan mengajar?. Menurut saya, ketika ada seseorang
mentransfer pengetahuannya kepada orang lain itu sudah bisa disebut dengan
mengajar. Pada saat seseorang memberikan apa yang ia ketahui kepada orang lain
lalu orang lain itu jadi tahu, itulah yang dinamakan dengan proses belajar dan
mengajar. Sesimpel itu bukan mengajar?
Lohh, kalau gitu sama saja
dengan proses pembelajaran di kelas? Guru menerangkan lalu anak diberikan
latihan, ulangan harian, dan sebagainya beres dong yah? Tapi tidak, tidak sesimpel
itu menjadi seorang guru bagi saya. Kembali lagi dengan kata mendidik atau
mengajar? Lalu pendidikan atau pengajaran? Jika mengajar itu adalah proses
mentrasfer ilmu pengetauan, tapi mendidik bukanlah hanya sekedar mentransfer
ilmu pengetahuan yang kita punya.
Pada hakikatnya pendidikan
merupakan proses untuk memanusiakan manusia, ketika ada yang bertanya, lohh mba, kenapa manusia harus
dimanusiakan? Jawabannya simple, karna jika seseorang yang tidak tahu apa-apa
hanya diajarkan apa yang harus diketahui tanpa dasar pemahaman yang baik,
penanaman sikap yang baik, apa yang akan terjadi? Ia hanya akan menjadi
seseorang yang tahu tapi tanpa tahu mana yang baik untuk dilakukan mana yang
tidak.
Saya rasa mendidik itu
jauh lebih pas daripada kata mengajar, karna sebagai seorang guru kita tidak
hanya dituntut untuk mengajarkan materi pelajaran saja melaikan mengajarkan dan
menanamkan karakter yang baik di dalam diri anak didik kita. Makanya saya
berkata menjadi seorang guru itu tidak mudah, karna bagi saya seorang guru itu
dikatakan berhasil dalam mendidik bukan hanya ketika semua anak didiknya
mempunyai nilai yang bagus melainkan ketika dapat membentuk karakter yg terbaik
pada diri anak didiknya. Sebagai seorang guru alangkah lebih baik ketika kita
tidak hanya berorientasi kepada nilai, melaikan harus memperhatikan juga
bagaimana anak didik kita mengalami proses perubahan sikap, dari yang kurang
baik agar menjadi lebih baik lagi.
Saya masih percaya
bahwa kemapuan seseorang dapat terbentuk dari pemahaman serta karakternya dalam
kehidupan sehari-hari. Karna kemampuan itu dapat berkembang, diasah seiring
dengan berjalannya waktu dan hanya orang-orang yang memiliki pemahaman baikalah
yang mau mengasah kemampuannya. Saya rasa kalian juga setuju ketika saya
bilang, kemampuan itu lebih penting daripada nilai/angka yang tercetak dengan
baik bukan? Pilih mana seseorang yang cerdas yang memiliki nilai baik tapi
memiliki karakter perusak / annoying dibanding dengan anak yang biasa saja tapi
memiliki karakter yang baik?
Saya rasa setiap orang
pasti inginnya memilih seseorang yang cerdas dengan karakter yang baik bukan? Disitulah
tugas kita sebagai seorang pendidik, apakah kita mampu mendidik setiap anak
kita dengan baik? Setiap guru pasti akan melakukan yang terbaik bukan? Ya,
setidaknya mari kita lalukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, dan terakhir
mari kita mendidik jangan hanya mengajar! ;)
Semoga kita bisa
menjadi pendidik yang lebih baik lagi, \=d/
Rumah, 3 Juli 2015 11:45 AM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar