Minggu, 29 Juli 2012

Aku, Rasa dan Dalam Diam..


Diam tak bergeming,
Memikirkan tentang semua, tapi aku tak tahu apa yang harus dilakukan,
Bergelut dengan rasa, dengan hati dan dengan akal,
Aku ingin teriak,
Meneriakkan apa yang aku rasa,
Tak peduli apakah ada yang mendengar atau tidak,
Tapi aku juga kepingin nangis,
Rasanya aku kini terpojok,
Tersudut karna aku yang mereka lihat bukan aku yang sebenarnya,
Aku mau berbicara,
Tapi lidah ini kelu, kelu sekali,
Hingga otakkupun  tak mampu membuatnya angkat bicara,
Aku sudah berkali-kali berbicara,
Tapi tetap tak ada beda,
Tak ada yang dapat benar-benar merasakan apa yang aku rasa,
Tahukan kalian,
Sungguh aku kini benar-benar merasa tersakiti,
Tidak, bukan, lebih tepatnya aku merasa limbung,
Limbung layakknya kertas yang terombang-ambing diudara karena tiupan angin,
Benar-benar merasa sperti orang linglung,
Tahukah kamu,
Aku ingin membicarakan tentang rasa,
Ya, tentang rasa,
Apa itu rasa?
Aku, kamu dan mereka tahu akan rasa,
Tapi akankah aku, kamu dan mereka dapat merasakan rasa yang sama?
Kamu bilang, ya, aku tahu apa yang kau rasa,
Mereka juga bilang, ya, kami tahu apa yang kau rasa,
Tapi sungguh itu bukan berarti kalian benar-benar dapat merasakannya,
Rasa, rasa yang ada pada setiap orang itu berbeda,
Tak ada yang benar-benar sama, apalagi identik,
Rasa, rasa tak dapat diukur, tak dapat disentuh, tak dapat dilihat,
Rasa hanya dapat dirasakan,
Rasa itu jauh berbeda dengan perasaan,
Rasa itu layaknya atom,
Karena rasa itu merupakan unsur terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi,
Hanya ada satu rasa utuk satu orang,
Layaknya fungsi satu-satu pada pemetaan,
Beda halnya dengan perasaan,
Perasaan dapat dibagi, ia dapat telihat dan dapat berwujud,
Tawa, tangis, keduanya merupakan wujud dari perasaan,
Dimana di dalam tawa dan tangis ada perasaan bahagia dan sedih,
Namun tak ada yang tahu pasti seberapa besarnya,
Dan rasa terletak di dalam perasaan itu sendiri,
Rasa menjadi bagian terkecil dari perasaan yang ada,
Menjadi landasan dari semua perasaan yang terwujud,
Dan tak pernah ada orang yang benar-benar me-rasa-kan rasa yang sama,
Sekalipun mereka kembar identik,
Rasa diciptakan Tuhan layaknya Tuhan menciptakan manusia,
Tak ada yang sama, dan tak kan pernah sama,
Namun mengapa begitu sulit untukku saat ini,
Sangat sulit untukku menentukan rasa yang ada,
Sungguh, aku tak dapat mendefinisikannya lebih jauh,
Dan disini,
Aku hanya dapat terdiam,
Tak bergeming, tak bergerak, tak berbicara,
Karena sungguh, rasanya sangat sesak,
Dan aku takut terjatuh, takut mengambil keputusan,
Dan semua ketidakpastian ini,
Akankah aku dapat mengubahnya menjadi pasti,
Aku tidak tahu,
Bukan, lebih tepatnya aku belum tahu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar