Diam tak bergeming,
Memikirkan tentang
semua, tapi aku tak tahu apa yang harus dilakukan,
Bergelut dengan rasa,
dengan hati dan dengan akal,
Aku ingin teriak,
Meneriakkan apa yang
aku rasa,
Tak peduli apakah ada
yang mendengar atau tidak,
Tapi aku juga kepingin
nangis,
Rasanya aku kini
terpojok,
Tersudut karna aku yang
mereka lihat bukan aku yang sebenarnya,
Aku mau berbicara,
Tapi lidah ini kelu,
kelu sekali,
Hingga otakkupun tak mampu membuatnya angkat bicara,
Aku sudah berkali-kali
berbicara,
Tapi tetap tak ada
beda,
Tak ada yang dapat
benar-benar merasakan apa yang aku rasa,
Tahukan kalian,
Sungguh aku kini
benar-benar merasa tersakiti,
Tidak, bukan, lebih
tepatnya aku merasa limbung,
Limbung layakknya
kertas yang terombang-ambing diudara karena tiupan angin,
Benar-benar merasa
sperti orang linglung,
Tahukah kamu,
Aku ingin membicarakan
tentang rasa,
Ya, tentang rasa,
Apa itu rasa?
Aku, kamu dan mereka
tahu akan rasa,
Tapi akankah aku, kamu
dan mereka dapat merasakan rasa yang sama?
Kamu bilang, ya, aku
tahu apa yang kau rasa,
Mereka juga bilang, ya,
kami tahu apa yang kau rasa,
Tapi sungguh itu bukan
berarti kalian benar-benar dapat merasakannya,
Rasa, rasa yang ada
pada setiap orang itu berbeda,
Tak ada yang
benar-benar sama, apalagi identik,
Rasa, rasa tak dapat
diukur, tak dapat disentuh, tak dapat dilihat,
Rasa hanya dapat
dirasakan,
Rasa itu jauh berbeda
dengan perasaan,
Rasa itu layaknya atom,
Karena rasa itu
merupakan unsur terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi,
Hanya ada satu rasa
utuk satu orang,
Layaknya fungsi
satu-satu pada pemetaan,
Beda halnya dengan
perasaan,
Perasaan dapat dibagi,
ia dapat telihat dan dapat berwujud,
Tawa, tangis, keduanya
merupakan wujud dari perasaan,
Dimana di dalam tawa
dan tangis ada perasaan bahagia dan sedih,
Namun tak ada yang tahu
pasti seberapa besarnya,
Dan rasa terletak di
dalam perasaan itu sendiri,
Rasa menjadi bagian
terkecil dari perasaan yang ada,
Menjadi landasan dari
semua perasaan yang terwujud,
Dan tak pernah ada
orang yang benar-benar me-rasa-kan rasa yang sama,
Sekalipun mereka kembar
identik,
Rasa diciptakan Tuhan
layaknya Tuhan menciptakan manusia,
Tak ada yang sama, dan
tak kan pernah sama,
Namun mengapa begitu
sulit untukku saat ini,
Sangat sulit untukku
menentukan rasa yang ada,
Sungguh, aku tak dapat
mendefinisikannya lebih jauh,
Dan disini,
Aku hanya dapat
terdiam,
Tak bergeming, tak
bergerak, tak berbicara,
Karena sungguh, rasanya
sangat sesak,
Dan aku takut terjatuh,
takut mengambil keputusan,
Dan semua
ketidakpastian ini,
Akankah aku dapat
mengubahnya menjadi pasti,
Aku tidak tahu,
Bukan, lebih tepatnya aku belum tahu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar