Rabu, 02 Mei 2012

Mungkinkah Kita Telah Kelihangan Sosok Seorang Pemimpin?


SENJA DIKALA ITU

Disini, aku terdiam dalam kebisuan
Bertanya dalam beribu bahasa
dan dalam beribu hasrat yang membuncah
Tapi aku bisa apa? Kami bisa apa?

Kami disini hampir kehilangan kepercayaan kami
Lihatlah, mereka semua yang ada disana lupa
Lupa pada janji mereka, lupa pada sumpah mereka
Yang sebelumnya mereka umbarkan pada rakyat..

Kalau sudah seperti ini akan sulit bukan?
Kehilangan kepercayaan sama dengan kehilangan kekuatan
Sama dengan hilangnya persatuan
Dan sama dengan hilangnya rasa memilki..

Saudaraku, maukah kalian menengok kebelakang sebentar?
Mari sama-sama kita lihat, melihat hakikat dasar kita
Menjadi seorang khalifah bukan?
Menjadi seorang pemimpin di muka bumi ini..

Tapi pemimpin yang bagaimana?
Mungkinkah kita telah kelihangan sosok seorang pemimpin?


 *BETAPA MERINDUNYA KAMI DENGAN MU WAHAI RASUL*


Pada suatu senja, duduk seorang kakek dengan seorang anak laki-laki yang masih belia. Mereka duduk di bawah sebuah pohon yang teduh. Kakek itu duduk termenung tanpa menghiraukan celoteh sang anak.

“Kakek, kenapa akhir-akhir ini kakek sering termenung? Padahal aku selalu berceloteh dan mengumbar berbagai macam pertanyaan, tapi tak satupun pertanyaanku yang kau jawab dengan penuh perhatian.” Protes sang anak
Kakek itu hanya tersenyum simpul seraya merangkul bahu sang anak.

“Wahai, pahlawanku maukah kau menceritakannya padaku?” rajuk sang anak. “Apa yang membuatmu kini termenung kakek?”

Kakek itu pun menarik nafasnya dalam-dalam lalu tersenyum simpul seraya berkata “Aku merindukan seseorang anakku, sangat rindu hingga aku memimpikan kehadirannya kembali di dunia ini”

“Kau merindukan siapa kek? Nenek?” Namun kakek hanya menggelengkan kepalanya.

“Lalu siapa yang kau rindukan kek?” Tanya sang anak, penasaran.

“Aku rindu akan hadirnya seorang pemimpin anakku, pemimpin yang memiliki jiwa sebagai seorang pemimpin, layaknya Nabi kita Muhammad saw.”

“Aku tahu tentang Nabi Muhammad, tapi bukankah tidak ada yang bisa menyamai beliau kek?” Tanya sang anak

“Ya, kau benar. Tapi kita bisa mendekatinya, tidak akan sama seperti beliau tapi kita bisa mendekati jiwa kepemimpinannya dalam memimpin umat” jawab kakek

“Memangnya siapa saja yang dapat menjadi pemimpin?”

“Semuanya anakku, semua manusia di bumi ini bisa menjadi seorang pemimpin”

“kalau begitu aku mau menjadi pemimpin kek, apa yang harus aku lakukan agar dapat menjadi pemimpin kelak?”

Kaget mendengar pernyataan sang anak, kakek pun bertanya kembali, “Kau sungguh ingin menjadi seorang pemimpin?”

“Sungguh kek, karena aku ingin seperti Nabi Muhammad, jelaskan padaku tentang apa itu kepemimpinan?” Tanya sang anak dengan mata berbinar penuh dengan rasa ingin tahu.

Kakek tersenyum melihat sang anak yang demikian besar rasa ingin tahunya. “Lihatlah, berada dimana kita sekarang? Di bawah pohon bukan? Lihat ini anakku, akar pohon ini sungguh besar manfaatnya dalam menopang kelangsungan hidup daun dan rantingnya. Nah, pemimpin itu ibarat akar pohon, ia menopang segalanya, ia adalah inti dari semuanya, ia selalu memberi agar pohon tumbuh menjadi pohon yang memiliki daun, bunga dan buah yang banyak hingga bermanfaat bukan hanya untuk  pohon itu sendiri melainkan untuk makhluk lain, untuk kita berteduh, untuk para burung membuat sarang mereka, dan juga untuk para ulat bertahan hidup, ia ada untuk melayani bukan untuk dilayani, ia tersembunyi karena memang begitu sangat pentingnya dia, karena tanpa akar sebuah pohon tidak dapat berdiri kokoh dan tumbuh menjadi pohon yang besar.”

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membuat keadaan sekitarnya menjadi lebih baik, bagaikan pohon yang selalu memberikan banyak manfaat untuk sekitarnya dan peduli pada sekitarnya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tetap tegar dan kokoh dikala cobaan mengguncang, bagaikan akar yang mencengkram tanah dikala angin kencang meniup batang dan daunnya yang rapuh. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tegas, layaknya akar yang dengan tegas tidak mensuplai makanan pada daun yang telah rusak dimakan ulat lalu membiarkan daun itu terjatuh ke tanah.”

“Menjadi seorang pemimpin tidak mudah anakku, kau harus dapat memimpin dirimu sendiri sebelum kau memimpin orang lain, dan sanggupkah kau menopang segalanya tanpa rasa pamrih?” Tanya kakek kepada sang anak.

“Ya kek, aku siap, lalu adakah hal lain yang paling penting untuk menjadi seorang pemimpin yang baik?”

“Ingat ini nak, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu mendengar pendapat para anggotanya serta selalu berusaha untuk bersikap bijak. Terakhir dan yang paling penting, pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkahnya, tanpa terkecuali. Kuncinya disini nak, jika kau benar-benar ingin menjadi seorang pemimpin yang baik seperti Nabi Muhammad saw.”

“Aku paham kek, mungkin sekarang aku masih belum cukup umur untuk berperan sebagai pemimpin, tapi sore ini kala senja menyapa kita, aku berjanji, aku akan belajar menjadi seorang pemimpin yang baik, agar setidaknya aku dapat menjadi pemimpin atas diriku sendiri terlebih dahulu.”



not feeling better..


dalam kehidupan, yang terpenting yaitu bukanlah bagaimana kita menjadi seseorang yang paling pintar dalam suatu mata pelajaran, melainkan bagaimana kita menjalani kehidupan itu sendiri.
"karena hidup itu harus menerima, penerimaan yang indah, karena hidup itu harus mengerti, pengertian yang benar, karena hidup itu harus memahami, pemahaman yang tulus."
tak perduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang.
tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan, yang terpenting adalah bagaimana kamu menjalaninya.
jangan berhenti untuk belajar, jangan lelah untuk berjuang.
jangan pernah merasa kecil, jangan pernah merasa terbelakang.
karena perjuangan itu tak akan pernah berhenti sampai kapanpun.
selama kita hidup.
entah kita telah memahaminya atau tidak,
jika tidak sekarang mungkin nanti pemahaman itu akan datang,
jangan berhenti belajar, jangan patah semangat,
jalanilah dengan sepenuh hati.
semoga apa yang kita hadapi dapat memberikan manfaat dikehidupan mendatang..