entah saya ingin memulainya dari mana,
saya ingin menulis apa,
karena lagi.lagi saya memang sedang bingung,
lebih tepatnya, spertinya saya sedang merasa..
ah, sudahlah, saya hanya ingin sedikit menata pikiran saya,
pikiran yang cukup penuh dengan segala macam tugas,
yang memang kewajiban saya sih,
intinya mah saya hanya ingin refresh dulu sebentar.. hhee
saya yang sekarang adalah bentuk dari apa yang saya lakukan dahulu,
saya bukan anak baik, bukan anak cerdas, saya juga bukan anak yang istimewa,
tapi saya punya keistimewaan, ya, bahkan sangat istimewa,
sesuatu yang sangat istimewa karena memang hanya saya yang punya.. :)
saya memiliki segalanya,
saya punya air..
saya punya matahari dan oksigen..
dan karena ketiganya saya sekarang ada..
Tuhan, kamu itu bagaikan air..
karena tanpa-Mu aku tidak akan ada disni,
karena kamu aku memiliki matahari dan oksigenku sendiri,
maaf jika aku telah lancang menganalogikan kamu seperti air,
tapi sungguh tuhan, kamu benar-benar seperti air untukku..
air itu sifatnya dapat memberi dan dapat menghancurkan,
sama seperti kamu, kamu dapat melalukan kedua hal itu,
bahkan kamu lebih, lebih dari itu..
kamu memiliki aku jauh diatas aku memiliki diriku sendiri,
kamu tahu aku diatas aku mengetahui diriku sendiri,
kamu mengajari aku melukis, melukis hidup lebih tepannya..
melukis dengan berbagai macam warna yang dipadu-padankan..
karena warna kehidupan itu tak kan pernah ada yang sama,
Tuhan, terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku sampai detik ini..
mama, kamu adalah oksigenku..
tanpamu aku akan sesak,
terengal dan bahkan tidak dapat bernafas..
karena kamu adalah oksigenku, udaraku..
yang menelusup hingga ke dalam aliran darah ini,
kamu yang membuat organ-organ tubuhku berfungsi,
oksigenmu membuat aku hidup,
membuat aku dapat bertahan disini,
kamu itu adalah penopangku,
aku itu layaknya orang lumpuh yang jika tidak ditopang akan terjatuh..
kamu mengajari aku bagaimana menjadi kuat,
kamu mengajari aku bagaimana bertarung dalam hidup,
kamu mengajari aku bagaimana rasanya terjatuh dalam hidup ini,
kamu mengajari aku bertahan..
semuanya kamu ajarkan..
terimakasih untukmu ku persembahkan, wahai malaikat ku..
papa, kamu adalah matahariku..
tanpamu mata ini seakan buta..
ya, buta karena semuanya akan terasa begitu gelap..
karena kamu adalah sumber cahayaku..
bukankah mata tidak akan berfungsi jika tidak ada pantulan cahaya?
kamu itu cahaya yang membimbingku hingga aku sampai pada titik ini..
kamu yang selalu menerangi jalanku..
kamu bagaikan matahari yang berkompas,
dengan cahayamu aku berjalan dalam ketidak tahuanku akan dunia ini,
dengan kompasmu aku diarahkan pada jalan-jalan yang terbaik..
kamu yang menunjukkan aku apa itu hidup dan kehidupan,
kamu yang menunjukkan padaku betapa riuhnya dunia ini
kamu yang menunjukkan aku baik dan buruknya kehidupan ini..
terimakasih untukmu ku persembahkan, wahai malaikatku..
ayah, ibu, aku mencintai kalian..
sungguh, bahkan lebih dari aku mencintai diriku sendiri..
Tuhan, hanya kamu yang tahu seberapa besarnya aku mencintai mereka,
aku kini telah dewasa, teringat kejadian beberapa tahun silam.,
dulu dan sekarang berbeda,
dulu jika aku dimarahi aku tidak terima dan tidak mendengarkan,
tapi itu dulu jauh sebelum aku mulai berpikir,
sekarang sangat berbeda,
melihat raut wajah kalian saja aku terkadang ingin menitikan air mata,
saat aku emosi, dan berbicara agak keras,
saat itu juga aku langaung terdiam,
berpikir, karena tak sepantasnya aku seperti itu,
aku lebih banyak diam daripada berbicara,
diam bukan berarti di dalam hati kesal,
aku diam karena aku berpikir..
ayah, ibu, kalian adalah manusia paling agung setelah Nabi Muhammad bagiku..
manusia yang paling patut untuk dicintai, dikasihi, dan dijaga..
Tuhan, aku benar-benar mencintai mereka,
aku bukanlah orang yang dapat mebual serta merta tentang perasaanku,
aku bukanlah orang yang mudah untuk menunjukkan peasaanku,
aku hanya dapat dan lebih suka menuliskan apa yang aku rasakan,
karena aku bukahlah oarang yang pintar berbicara,
dan aku memang buka tipe orang yang suka berbicara..
Tuhan, jika kau izinkan..
itu berarti perjalan hidupku masih panjang..
Tuhan, satu mimpiku Tuhan,..
berikanlah mereka kesehatan, jaga mereka selalu,
jika pada suatu saat nanti tiba wktunya aku keluar dari rumah mereka,
aku ingin mereka masih dapat melihatku,
aku masih ingin mencium kedua tangan mereka,
aku ingin mataharikulah yang mengantarkan aku pada saat itu,
aku ingin oksigenkulah yang mendampingiku pada saat itu..
itu mimpiku Tuhan,
entah apa yang aku rasakan saat ini, tapi tuhan..
terimakasih telah memberikanku mereka,
terimakasih untuk semuanya..
aku adalah manusia paling beruntung,
karena aku memiliki-Mu Tuhan,
dan aku memiliki 2 malaikat berperawakan manusia disisi ku..
manusia yang memiliki rasa cinta yang tak ada habisnya untukku,
manusia paling pemurah yang aku punya,
pahlawan ku dalam setiap masa,
orang yang selalu mengajariku bahwa
di dalam kekompakan ada perselisihan,
di dalam bahagia ada tangisan,
di dalam marah ada maaf,
di dalam pahit ada manis,
di dalam kehangatan ada dingin yang menusuk,
dan di dalam sebuah keluaga ada semuanya..
semuanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar