Kamis, 11 Agustus 2011

Mengapa saya ingin menjadi guru dan bagaimana saya menjadi guru kelak?

Postingan ini, merupakan tugas UTS saya dari dosen teori belajar matematika, saat saya masih semester 3, beliau memberikan kami membuat tugas semacam ini yang bertujuan untuk melatih kami dalam membuat portofolio perjalanan kami sebagai calon guru yang akan menu menjadi guru yang sesungguhnya, amin.. :) kata beliau nanti ini dapat membantu kami dalam proses sertifikasi. hhe..
di bawah ini adalah portofolio saya.. :)


Menjadi seorang pengajar, lebih tepatnya seorang pendidik. Yang dapat mendidik anak didiknya menjadi orang yang tidak hanya berilmu tetapi juga bermoral dan berakhlak yang baik, merupakan cita-cita saya saat ini dan akan menjadi cita-cita saya kelak. Mungkin sekitar 2 tahun yang lalu, sewaktu saya masih duduk dibangku SMA kelas 3 semester 2 awal, cita-cita menjadi seorang pendidik bukanlah cita-cita yang masuk dalam daftar cita-cita saya saat itu.  Jujur saja, waktu itu saya tidak tertarik akan profesi sebagai guru, karena saya ingin menjadi ahli astrronomi, ahli arkeologi, ahli kimia atau minimal menjadi insinyur.
Awalnya karena keinginan orang tua, rasanya sakit sekali karena saya tidak diizinkan mengambil jurusan yang saya inginkan, saya hanya diberikan satu pilihan, yaitu menjadi seorang guru. Tapi saat ini bahkan seumur hidup saya, saya tidak akan pernah menyesal karena pilihan kedua orang tua saya dan saya berjanji pada diri saya sendiri untuk memberikan yang terbaik yang saya bisa lakukan untuk mereka. Alasan mereka ingin saya menjadi guru hanya karena saya seorang perempuan, yang kelak akan menjadi seorang ibu dan istri yang mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengurus rumah tangga dan karena seorang guru bisa pulang lebih siang untuk mengurus keluarganya, tidak harus bekerja dari pagi hingga petang. Dan saat ini saya telah benar-benar paham akan maksud perkataan kedua orang tua saya. Tidak ada salahnya menjadi seorang guru, karena menjadi seorang guru sama saja seperti menebar kebaikan untuk orang banyak.
Belajar, saya akan belajar semampu saya dan sampai saya benar-benar tidak dapat belajar lagi, salama saya masih dapat berdiri di atas kedua kaki saya dan selama mata saya masih dapat terbuka walaupun sakit menerjang tubuh ini, jika saya masih mampu berjalan saya akan belajar dan menunaikan kewajiban saya sebagai seorang siswa, tanpa ada rasa ingin menjadi orang lain tetapi harus menjadi diri saya sendiri dalam mengemban tugas yang diberikan, belajar dengan siapa saja dan dari siapa saja, tidak hanya di sekolah atau universitas, dimanapun, kapanpun, tidak hanya dari buku, dari orang-orang terpelajar bahkan dari seorang pemulung atau bahkan tukang bakso, tukang pembuat tempe, sampai supir dan kondektur metromini pun, saya dapat belajar dari mereka,bahkan saya pun masih dapat belajar dari anak didik saya. Saya dapat belajar memahami sifat orang lain, belajar tentang ketekunan, belajar tentang semangat hidup, ketegaran, tentang keadaan sosial orang lain dan sebagainya. Mungkin terlihat agak berlebihan namun satu yang pasti semua ini adalah makna belajar yang saya yakini hingga saat ini.
Megajar, saya lebih suka menyebutnya mendidik dari pada mengajar, karena seorang pendidik tidak hanya memikirkan bagaimana cara agar anak didiknya menjadi anak yang pintar tetapi memikirkan bagaimana anak didiknya dapat menjadi seorang yang tidak hanya pintar namun berkarakter, bermoral dan seorang pendidik biasanya akan membuka mata sang anak didik untuk melihat bagaimana kehidupan dunia, akan memberikan gambaran luas tentang permasalahan hidup tidak hanya mengajarkan mata pelajaran yang ia ajarkan. Dalam mendidik anak didik saya, saya akan memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan untuk mereka, sesulit apapun mata pelajaran yang saya ajarkan, saya akan berusaha sekeras mungkin untuk mencari cara agar mereka tidak kesulitan atau setidaknya tingkat kesulitan mereka agak berkurang dalam mempelajarinya. Karena tujuan saya mendidik anak didik saya bukanlah sekedar agar mereka dapat mencapai standarisasi nilai tetapi untuk menjadikan mereka orang-orang yang dapat mengubah dunia, setidaknya dunia mereka sendiri, mereka tidak perlu menjadi seorang yang genius layaknya Einstein tapi mereka cukup menjadi orang yang percaya akan kemampuan diri mereka sendiri, orang yang mempunyai semangat juang yang tinggi, dan menjadi orang yang kuat yang mampu berdiri lagi ketika mereka terjatuh dalam roda kehidupan. Sebersit harapan saya yang mungkin menurut anda akan sangat konyol, tetapi setiap manusia itu boleh bermimpi dan berangan-angan dan inilah mimpi saya sebagai seorang pendidik.
Mengajar bidang studi matematika, bidang studi yang rata-rata anak-anak SMP atau SMA kurang menyukainya. Saya ingin menunjukkan kepada anak didik saya bahwa matematika itu tidak membosankan, matematika itu seru, dan agar mereka semangat dalam mempelajari matematika, saya akan memberi gambaran tentang peran matematika dalam kehidupan. Seperti, peran matematika dalam pengembangan ilmu statistika untuk menghitung sensus penduduk dan sebagainya, menggunakan animasi-animasi dalam praktek pengajaran di kelas agar mereka dapat menerima pelajaran saya dengan perasaan senang. Dengan ini saya harap mereka tidak hanya mempelajari matematika agar mereka lulus ujuan akhir namun agar mereka paham untuk apa mereka mempelajari matematika. Karena sejauh ini yang saya lihat bahwa, para siswa SMP atau SMA mempelajari matematika hanya agar mereka lulus ujian akhir.
Dalam praktek di kelas, saya lebih suka menggunakan perpaduan antara metode ceramah, tanya jawab serta metode diskusi. Karena saya suka jika suasana kelas itu terasa hangat karena adanya proses timbal balik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Siswa tidak tegang dalam mengikuti mata pelajaran saya, saya hanya akan mejelaskan materi secukupnya, kurang lebihnya saya ingin siswa yang bertanya kepada saya pada bagian mana saja yang ia tidak mengerti, jika tidak ada yang bertanya, saya akan memberikan pertanyaan atau soal kepada mereka, dan dalam kondisi ini saya akan mengizinkan mereka berdiskusi dengan temannya, dalam proses diskusi ini akan dapat terlihat sampai dimana pemahaman mereka tentang materi yang saya ajarkan, dalam diskusi ini pula terjadi proses dimana anak yang lebih pintar menjelaskan kepada temannya yang kurang mengerti. Pada tahap ini, saya sebagai seorang pendidik bertindak sebagai pemerhati, saya memperhatikan anak-anak mana saja yang paham dan anak-anak mana yang kurang paham. Dan saya akan memilih anak yang kurang paham untuk maju kedepan untuk menyelesaikan soal, hal ini bertindak sebagai penguatan agar apa yang sebelumnya ia pelajari dari temannya yang sudah paham dapat dikuatkan kembali. Kenapa saya tidak memilih anak yang sudah paham, karena anak yang sudah paham ini telah diberikan penguatan secara tidak langsung melalui temannya yang kurang paham. Saat ia mengajarkan cara penyelesaian soal kepada temannya, disinilah penguatan untuk anak yang sudah paham, ia telah mengasah kemampuannya dengan menjelaskan apa yang ia ketahui kepada temannya.
Hubungan yang dibangun antara guru dan murid biarkanlah mengalir dengan apa adanya, jika di kelas saya bertindak layaknya seorang guru, di luar kelas saya bertindak sebagai ibu sekaligus teman mereka. Jika mereka membutuhkan bantuan saya, saya akan membantunya sebisa mungkin namun hal ini tidak berlaku untuk di dalam kelas, di dalam kelas saya tetap hanya guru mereka dan mereka harus tetap mengikuti aturan saya dalam kelas, tidak ada yang boleh merasa sok dekat dengan saya atau apapun itu. Terkadang dari hubungan sebagai seorang ibu atau teman di luar kelas, saya mendapatkan banyak manfaat apalagi jika ada anak yang tiba-tiba semangat belajarnya menurun, atau ada anak yang memang sudah dari sejak awal tidak tertarik akan belajar. Saya dapat mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai anak-anak yang agak bermasalah dan secepat mungkin dapat mengusahakan bagaimana caranya agar anak-anak ini kembali semangat belajarnya atau mau belajar lagi. Karena sebagai seorang guru, sebaiknya tidak langsung mengambil suatu kesimpulan bahwa anak ini malas, anak ini nakal atau sebagainya, jika hanya melihat dari tingkah laku anak di sekolah, semua tingkah laku yang mereka tunjukkan pasti mempunyai alasan mengapa mereka bertingkah seperti itu. Karena hakikatnya, setiap seorang anak mempunyai berbagai macam cara untuk mengekspresikan berbagai persaannya, dan disinilah peran seorang guru untuk dapat melihat secara dalam apa penyebab anak dapat berlaku demikian. Jika sudah tahu penyebabnya, disnilah guru bertindak sebagai seorang motivator untuk sang anak didik, memberinya arahan, mengayominya layaknya anak-anak sendiri, tidak melihat mereka sebagai seorang anak yang nakal, malas dan sebagainya. Bertindak sebagai pembangun semangat dan pemberi kepercayaan untuk sang anak didik bahwa mereka bisa menjadi seorang yang lebih baik lagi.
Saya orang yang suka memperhatikan tingkah laku orang lain secara diam-diam, jadi dalam penilaian saya tidak hanya mengambil kesimpulan bahwa anak ini cerdas, anak ini kurang cerdas dari hasil belajarnya atau tugas –tugas yang dikumpulkannya, tapi dari bagaimana mereka menunjukkan kesungguhannya dalam mengerjakan tugas tersebut, bagaimana proses mereka ingin menjadi lebih baik, bagaimana sikap mereka kepada temanya yang kurang cerdas (hal ini untuk anak yang cerdas khususnya), bagaimana cara ia memperoleh nilai yang bagus apakah mereka bertindak jujur atau tidak. Karena dari penilaian inilah saya dapat melihat sejauh mana pengajaran yang saya lakukan, apakah berhasil atau belum sepenuhnya berhasil.
Terakhir, menurut saya menjadi seorang pendidik itu bukan hanya bertugas mengajarkan mata pelajaran di sekolah agar anak didiknya mencapai standarisasi nilai, namun menjadi seorang pendidik juga layaknya seorang psikolog yang mempunyai berbagai macam pasien yang mempunyai latar belakang permasalahan yang berbeda. Begitu juga dengan seorang pendidik, seorang pendidik juga harus berlaku sebagai seorang psikolog, selain sebagai seorang pengajar, ia juga dituntut untuk mengetahui keadaan anak yang didiknya, bagaimana memecahkan masalah anak didiknya agar anak didiknya dapat menjadi seorang yang lebih baik untuk kedepannya. Dan disinilah kehebatan dari seorang guru atau pendidik, hebat bukan, selain sebagai seorang pengajar tetapi ia juga harus bertindak sebagai seorang yang dapat mengelola kadaan anak-anak di kelasnya. Dan menjadi seorang guru sangatlah menyenangkan karena saat mengajar siswa di kelas saat itu pula ilmu kita bertambah (khususnya untuk saya sendiri), bukan hanya ilmu dalam mata pelajaran, melainkan ilmu memahami orang lain, ilmu sabar dalam menghadapi orang lain, dan ilmu bagaimana menyikapi orang lain. Banyak sekali hikmah yang bisa didapatkan oleh seorang guru. Untuk itulah saya bangga menjadi seorang guru, dan saya akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk saat ini, menjadikan diri saya sebagai seorang yang kreatif, inovatif dan imajinatif demi mencapai tujuan saya menjadi seorang pendidik yang dapat mendidik anak didiknya menjadi seorang yang dapat mengubah dunianya tanpa melupakan asas kemanuasian, agama, dan moral.

9desember2008.
Semoga saya dapat memberikan yang terbaik yang bisa saya berikan untuk ke depannya, amin..


Rabu, 10 Agustus 2011

Kejatuhan yang paling menyakitkan dan kebangkitan kembali..

31-06-2011
Hidup itu butuh perjuangan, hidup itu tidak selalu diwarnai oleh tawa. Katanya kalau belum merasakan terjatuh, kita belum mencecap apa itu sari pati dari yang namanya kehidupan, ketika itu rasanya akan teramat pahit. Mungkin Tuhan memang menciptakan rasa pahit disela-sela rasa manis yang ada, rasa sakit ditengah rasa bahagia yang ada, rasa terpuruk karena dijatuhkan disaat kita menaruh rasa kepercayaan pada orang lain. aku belum tahu pasti mengapa ada itu semua, mungkin semua itu diibaratkan sebagai suatu penyeimbang dalam kehidupaan, layaknya yin dan yang dalam mitologi orang china.
Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan untuk masalah yang menimpaku ini. Yang aku tahu, pasti itu semua karena Dia teramat menyayangiku. Tetapi maaf Tuhan, aku masih merasakan yang namanya sakit, rasanya sakit sekali seperti aku telah dijatuhkan dari lantai atas gedung pencakar langit yang tertinggi di dunia.
Setiap Detik dalam Hidupku

Setiap detik dalam hidupku diwarnai pengkhianatan
Terlalu kejam tuk jadi kenyataan
Terlalu buruk tuk jadi mimpi buruk
Dan tangisan pun tak sanggup menggambarkan apapun
Lagu-lagu mengalunkan nada empati
Seolah tahu perasaan apa ini
Seandainya semudah itu menerima kenyataan
Seandainya ia tak merampas seluruh nafasku
Seandainya ia menyisakan sedikit untukku
Agar setidaknya ku bisa berdiri lagi
Benar kiasan menyayat hati
Teriris tipis dan tertusuk tombak dalam-dalam
Bilamana darah yang tak terhenti
Mengucur dari irisan nadiku
Seperti itulah sakit yang abadi
Napasku direnggutnya
Nyawaku dicurinya
Ia mengambil semuanya
Setiap detik dalam hidupku
(silvia arinie-life-11)
30juni2011
Untuk kali keduanya, aku benar-benar terjatuh lagi, kali ini jatuhnya benar-benar cukup membuatku sakit.  Lebih sakit dari sebelumnya. Aku bukanya meratapi atau melebih-lebihkan tentang keadaan yang ada, tapi pernahkah kalian rasakan terjatuh dua kali hanya dalam jangka waktu enam bulan. Aku telah salah memilih dan mempercayakan hati ini untuk orang yang salah lagi. Aku pikir percuma aku mencoba berbuat baik kepada orang lain lagi kalau kenyataanya seperti ini. Sebelumnya aku belajar dari kesalahanku saat menjalani hubungan dengan mantan-mantanku, nyaris hampir dibilang aku berubah 180 derajat untuk mencoba bersikap baik, manis dan menjadi seorang ‘pacar’ yang baik untuknya. Salah satu hal yang sekarang aku pikir bodoh sekali kenapa aku harus melakukan hal itu beberapa waktu yang lalu.
Satu kata untuk kamu yang sejak lama ingin aku katakan, kamu benar-benar dan sungguh-sungguh berhasil mengalahkan aku dalam urusan hati, sehingga hati ini dulu pernah jatuh dan mempercayakan kamu mengisi ruang kosong dihatiku. Terserah apaupun alasan yang kamu ucap, aku benar-benar tak percaya apalagi setelah aku melihat kenyataan yang ada. Maaf Tuhan, bukannya aku berprasangka yang tidak baik terhadap orang lain, tapi sejauh mata memandang memang yang terlihat seperti itu. Entah itu benar atau tidak, aku tidak peduli dan sudah tidak mau tahu lagi. Mungkin ini terdengar naïf, tapi terserah akupun sudah tidak peduli lagi apa kata orang lain bahkan apa kata teman-temanku. Karena sesungghuhnya mereka belum tentu dapat menjalani hal yang sama seperti apa yang aku alami. Pengkhianatan besar-besaran yang aku lihat di depan mataku.
Jangan pernah merasa besar kepala, karena aku bukan menagisi kepergian kamu, tapi yang aku tangisi adalah kesalahan yang telah aku perbuat. Ya, sejauh ini kamu adalah kesalahan paling besar yang telah aku perbuat. Cerobohnya aku karena aku telah mengabaikan keraguan yang ada sejak awal. Ragu akan kebenaran atas kata ‘cinta’ dan ‘sayang’ yang kamu ucapkan. Tapi aku juga sudah mengakuinya bukan, saat itu, saat dimana terjadi suatu percakapan besar, aku berkata “aku kalah sama kamu, kamu memang telah berhasil menumbuhkan rasa dihatiku namun semua itu tergantung keputusan dia”. Tidakkah kalian tahu, sungguh bingung berada dalam posisiku saat itu, aku mengakui akan keberadaan rasa itu namun aku sungguh masih ragu. Dan bodohnya aku, aku lebih memilih mengabaikan rasa ragu itu dan memlih mencoba berhubungan dengan kamu.
Semuanya memang telah terjadi, dan aku tak kan bisa memutar waktu kembali hanya agar aku tidak mengambil keputusan itu. Dan saat itu aku benar-benar dibuat percaya olehmu, atau lebih tepatnya aku benar-benar mencoba percaya pada apa yang kamu katakan dan apa yang kamu lakukan. Dan untuk pertama kalinya aku mengambil keputusan untuk menggunakan relationship with … in facebook, suatu hal yang aku tidak suka tapi aku mengabaikan rasa tidak sukaku hanya karena aku takut mengulang kesalahan yang lalu dan takut kamu merasa tidak diakui. Rasanya ingin sekali aku tertawa sambil meneriaki betapa bodohnya keputusanku yang satu itu. Dan kebodohan lainnya yang merupakan kebodohan paling bodoh yang aku lakukan adalah saat aku mulai membiarkan rasa yang ada dihatiku itu tumbuh karena aku pikir kamu bisa dipercaya.
Yang namanya pertemuan pasti ada perpisahan, untungnya slogan itu sejak awal aku pegang. Aku menggenggam erat kata-kata itu dan aku selalu berdo’a dalam tiap sujudku kepada Tuhan. “Tuhan jika orang itu baik untukku maka biarkanlah ia tetap ada disampingku namun, jika orang itu tidak baik untukku dan hanya mempunyai niat yang kurang baik untuk kehidupanku maka secepatnya jauhkanlah ia dari diriku dan jagalah hati ini agar tidak terlalu dalam untuk memberikan rasa yang lebih kepadanya dan agar aku tidak jatuh terlarut jika ia pergi”.
Rasa itu memang aku biarkan tumbuh hingga yang namanya rasa ‘sayang‘ itu pernah ada untuk kamu. Tapi tetap rasa itu tidak bisa menuju ke rasa yang lebih dalam yaitu ‘cinta’, karena cinta adalah rasa yang penuh dengan harapan, harapan untuk bisa bersama selamanya dengan orang yang kita kasihi. Dan Alhamdulillah, tidak pernah terbesit satupun bayangan tentang aku akan bersama dengan kamu selamanya, tentang harapan di masa depan, karena yang aku tahu saat itu hanya, “ya dijalanin aja dulu apa yang ada, jangan mikir yang muluk-muluk, toh masih jauh perjalanan, umur masih kecil, aku masih ingin mengejar cita-citaku dan aku masih punya mimpi yang jauh lebih penting daripada hanaya sekedar urusan cinta”. Disamping aku mengakui saat itu memang aku ‘sayang’ sama kamu tapi aku tidak mau berharap yang lebih tentang aku dan kamu.
Aku memang merasakan sakit hati, aku memang kecewa, dan aku memang menangis saat mendengar pernyataan kamu yang katanya “mama nyuruh aku balikan sama mantan aku, katanya, buat apa pacaran lama-lama kalo akhirnya putus juga, pokoknya mama gag mau tau kamu harus udah balikan sebelum bulan puasa, nanti kita juga kesana ketemu sama keluarganya, kalo sama yang sekarang kan baru sebentar, jadi pasti lebih mudah buat pisahnya”.  Hello, baru kali ini aku diginiin, seumur-umur aku pacaran baru kali ini yang namanya putus karena orang tua. Wow, ketemu sama aku aja mama kamu belum pernah, udah maen ngejudge aku kaya gini aja. Kalo kata aku ini tuh udah menyangkut sama yang namanya harga diri, seenak jidadnya aja ngomong kaya gitu, kaya anaknya paling baik seantero dunia aja. Ampun deh, saking emosinya tuh aku sampe kepikiran hal kaya gitu, astaghfirullah sempet su’udzon aku sama nyokapnya dia. Sempet mikir, kalo nyokapnya tuh gag punya persaan bisa ampe ngomong kaya gitu. Dan sebagai pelampiasannya, tuh malem aku ceramahin aja dia panjang lebar mengenai tanggungjawab, kepercayaan, sikap, dan sebagainya. Saat itu aku memang ngga ngelakuin hal aneh seperti marah-marah atau nangis-nangis, aku bener-bener jadi orang yang menggurui dia tentang yang namanya hidup.
Saat itu aku bener-bener merasa telah dipermainkan sama dia. dari a sampe z, bener-bener deh tuh aku menggurui dia, karena menurut aku orang kaya dia memang harus digurui, terserahlah nanti kedepannya dia mau kaya gimana. Tapi kalo udah digituin masih sama aja mah itu emang berarti dianya aja yang bebel, gag tau malu.
Aku tidak mau berkata bahwa aku tidak menangis, munafik jika aku bilang bahwa aku tidak menangis. Karena malamnya, aku benar-benar menangis, ya menangis karena aku merasa aku telah dipermainkan, merasa kecewa, merasa dikhianati, merasa bodoh karena aku telah salah memilih kamu, semua perasaan bercampur menjadi satu, dan aku memang tak dapat membendung air mataku lagi. Tapi saat itu aku tahu, sangat tahu, bahwa tidak pantas aku menangisinya, sangat tidak pantas, dan aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menangisi kamu lagi maksimal dalam jangka waktu 2 hari, ya hanya untuk hari ini dan esok, namun tidak untuk hari selanjutnya, karena aku tahu, bahwa senuanya kini telah jelas.
Semua kini telah jelas
Amat jelas, hingga luka itu tak mungkin kututupi lagi
Tapi air mata ini hanya akan menetes hari ini
Tapi luka ini hanya akan melukaiku detik ini
Aku sungguh telah merelakanmu
Karena kau kini sungguh adalah masa laluku
Boleh saja aku kini menangis,
Tapi air mata itu hanya untuk saat ini
Boleh saja aku bersedih,
Tapi aku berjanji akan bangkit kembali
Aku sungguh telah merelakanmu
Karena kau kini sungguh telah menjadi kenangan
Untukku
Sepenuh hati kulepaskan dirimu,
sepenuh hati kumenangisimu kini,
tapi tidak lagi esok, tidak lagi lusa, dan tidak lagi untuk selamanya..
Irin Sintriana (I bros U – 217/218)
1juli2011

Semua kembali seperti biasanya, karena aku tahu, aku dapat berdiri tegar dan aku masih harus berjuang dengan penuh peluh untuk masa depanku, ya, semangatku kembai berapi-api karena seminggu lagi sudah memasuki masa UAS. Dan aku tidak mau ketinggalan untuk belajar lebih giat dan menyegerakan tugas-tugas yang harus dikumpulkan diminggu tenang ini agar sesegera mungkin selesai. Tidak ada waktu untuk memikirkan atau bahkan mengingat kamu,  tidak ada kata untuk menjelaskan apa yang terjadi pada orang lain. karena setiap orang bertanya “emang beneran putus?” Aku hanya menjawab dengan entengnya, “ya, emang harus putus dan emang beneran putus”. Setiap mereka mendesakku utnuk menjawab kenapa aku putus, ya aku hanya bisa bilang yang sebenarnya terjadi “dia disuruh sama nyokapnya buat balikan lagi sama mantannya ”. Udah aku gag pernah menambahkan atau mengurangi dan aku pun malas untuk cerita panjang lebar kalo gag didesak untuk cerita, cape juga kan ditanyain mulu.. hehe.
Sampai satu ketika, disaat aku sudah bosan dan lelah mendengar pertanyaan dari orang lain yang aku rasa memang sudah tidak perlu dibahas lagi, karena sudah basi menurutku, tepatnya pada hari ke-2 atau ke-3 UAS, aku mendengar cerita dari orang yang menurutku bisa dipercaya kebenaran kata-katanya, bahwa kamu membicarakan aku mengenai hal-hal yang menurut aku terlalu bersifat pribadi dan menurutku hal itu tidak pantas dibicarakan, dan itu tidak benar adanya. Kamu benar-benar seperti anak kecil, dan jujur saat itu aku benar-benar muak dengan kamu, muak semuak-muaknya!!!.
Aku tidak pernah berniat untuk menyalahkan kamu atas apa yang terjadi karena memang tidak ada gunanya lagi untuk menyalahkan, tapi aku sungguh kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan. Dan, ada yang pernah bilang padaku kalau kamu pernah berkata, kamu termotivasi dari kata-kata ‘si anu’ karena dia bilang, “aku tuh gag mungkin suka sama kamu dan kamu tuh bukan tipenya aku, kamu sama aku tuh gag cocok”, tahukah kamu, mendengar hal itu, aku benar-benar merasa marah, ya marah karena jika hal itu benar adanya berarti selama ini dari awal kamu memang sudah berniat hanya ingin mempermainkan aku. Sepicik itukah kamu?, Dan apakah kamu merasa puas sekarang?, kamu merasa menang?, kamu merasa hebat?, merasa bahwa kamu itu bisa mendapatkan apa yang kamu mau termasuk mendapatkan aku? ingin rasanya aku mencak-mencak dan langsung bicara sama kamu, lebih tepatnya ingin memaki diri kamu. Jika bisa malah rasanya aku ingin membelah otakmu agar dapat mengetahui apa sih jalan pikiran kamu dan apa sih yang kamu mau? Satu hal yang aku ambil dari hal-hal ini, bahwa ternyata kamu benar-benar MUNAFIK dan SEPERTI ANAK KECIL.
Sempet kesal sekali rasanya, tapi ya sudahlah mau diapain lagi, anggap saja ini semua sebagai bentuk ujian kesabaran dari Tuhan kepadaku. Tapi aku tidak tinggal diam, aku berdo’a pada Tuhan, “Ya Rabb, engkau yang maha tahu atas segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini, dan atas apa yang terjadi padaku, aku takkan mengeluh jika ia berkata yang macam-macam tentangku, tapi aku mohon Ya Rabb, sabarkanlah aku, tunjukkanlah kebenaran yang ada, aku yakin, yakin seyakin yakinnya bahwa kamu tidak buta dan tidak tuli Tuhan, dan cepat atau lambat, disadari ataupun tidak ia sadari ia akan mendapatkan balasan yang setimpal dari-Mu, dan aku yakin itu”. Ini untuk pertama kalinya aku berdo’a yang seperti ini kepada Tuhan, karena aku benar-benar merasa dicurangi, maaf jika menurut kalian ini berlebihan, tapi kalian tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku saat itu.
Dan untuk kedua kalinya, aku mencoba untuk bersikap seolah tidak ada apa-apa lagi, aku telah meredam kemarahanku, lagipula untuk apa aku marah kalau hanya buang-buang energy aja, lebih baik beralih pada kegiatan yang lebih positif. Dan aku tidak mau memikirkan hal-hal ini, karena hanya akan mengotori pikiran saja, we must go on gusy. J
Aku ingat, ingat sekali kata-kata dari seorang teman yang bener-bener menurut aku keren.. heheh
Jangan takut,
Biarin orang lain berkata apapun tentang diri lo han,
Toh dia belum tentu bisa ngejalanin hidup yang sama seperti apa yang elo jalanin,
Mereka hanya bisa berbicara,
Abaikan semua hal yang tidak meninggikan lo,
Yang berusaha menghancurkan dan merendahkan lo,
Semangat” han.. J
By:R
Dan untuk saat ini sampai nanti, saya hanya akan bersikap sewajarnya, karena initnya mah kan cuma “CUKUP TAU AJA”, jadi sebisa mungkin saya akan bersikap sewajarnya, karena saya itu tipe orang yang kalau sudah tahu bahwa sifat si anu seperti ini, saya akan merasa kurang respek kepada apapun yang berbau hal tentang orang itu (dalam pengecualian untuk hal-hal positif, biar gw gag demen sama seseorang tapi kalo untuk ngelakuin hal-hal yang positif pasti bakal gw tahan-tahanin deh ampe hal-hal positif itu terlaksana, apalagi itu untuk kebaikan banyak orang, gw telen-telenin deh tuh rasa gag demen gw, hehe). jadi jangan pernah ada yang menyalah artikan sikap saya ya, karena saya tidak mau dibilang munafik atau apalah, karena sungguh saat ini saya sudah benar-benar tidak ada rasa apapun untuk dia, kecuali hanya untuk berteman (pengecualian, tidak mungkin bisa persis seperti dulu ya..). Mari kita mulai hidup baru kawan.. J
The last, untuk kamu, kamu memang benar-benar berhasil mengalahkan aku dalam urusan hati saat itu. Tapi kamu tidak akan pernah bisa benar-benar berhasil mengalahkan aku untuk urusan bertahan, dan semangat dalam menjalani hidup, kamu tidak akan bisa menjatuhkan aku hanya karena semua hal yang telah kau lakukan padaku, karena sampai kapanpun aku takkan pernah membiarkan siapapun termasuk kamu merusak dan mencabik-cabik setiap untaian usahaku dan sulaman prinsip-prinsipku dalam menjalani hidup ini. Karena aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan usaha dan prinsipku dalam menjalani kehidupan ini. Berjuang untuk hidup di dunia dan juga untuk hidup di akhirat. J

Selasa, 09 Agustus 2011

saya dan you're the inspiration.. :)

saya, siapakah saya dalam kehidupan ini?
saya hanyalah seonggok kepompong yang berjuang dan berusaha untuk keluar menjadi ulat lalu dapat menjadi kupu-kupu di kemudian hari,
yang berjalan dengan perlahan dalam meniti tiap lembaran kehidupan,
ya, meniti lembaran yang telah dibentangkan Tuhan dalam kehidupan ini,

saya yang berusaha untuk memberikan yang terbaik,
yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk kedua malaikat saya saat ini (mom and dad),
tapi tidak untuk menjadi yang terbaik,
karena memberi itu jauh lebih menyenangkan, bukan? :)

mengenai blog saya, si "you're the inspiration",
hhmmm, kenapa saya menamainya itu?
entah, karena menurut saya namanya cukup menarik,
dan seharusnya sih postingan tentang kenapa saya menamainya "you're the inspiration', jadi postingan yang pertama ya, hehehe..

you're the inspiration,
berawal dari perkenalan saya dengan sebuah novel remaja yang berjudul beauty and the best,
di dalam novel itu saya, membaca suatu teks yang ternyata adalah bait lagu,
ya, you're the inspiration adalah judul lagu dari sebuah band luar negeri yang bernama chicago,

isinya sih berisikan tentang cinta,
ya, seseorang yang dicintainya yang telah menjadi inspirasi bagi sang kekasih..
pokoknya manis sekali deh isi dari bait.baitnya..
nih baitnya saya tulisin, hehehe

you're the inspiration

you know our love was meant to be
the kind of love last forever
and i want you here with me
from tonight until the end of time

you should know, everywhere i go
you're always on my mind, in my heart
in my soul, baby

reff:
you're the meaning in my life
you're the inspiration
you're bring feeling to my life
you're the inspiration
wanna have you near me
i wanna have you hear my sayin'
no one needs you more than i need you

and i know, yes i know that it's plain to see
we're so in love when we're together
now i know that i need you here with me
from tonight until the end of time

you should know, everywhere i go
always on my mind, ion my heart
in my soul

back to reff.

bener kan, isinya tentang cinta banget.. hehhe
tapi jangan pikir saya lagi jatuh cinta ya saat saya memberi nama blog ini..
dalam pengertian saya, yang saya maksud dengan "you're the inspiration" itu adalah untuk semua orang,
ya, untuk semua orang yang mengelilingi lingkaran hidup saya..

jadi saya mengartikan "you're" nya, bukan hanya untuk satu orang melainkan untuk semuanya,
karena bagi saya, semua orang yang ada di sekitar sayalah yang memberikan saya berbagai inspirasi,
berbagai pelajaran hidup yang takkan mungkin saya dapatkan jika saya sendirian di dunia ini,
berbagai kejadian yang membuat saya dapat merasakan rasa bahagia, sakit hati, sedih, dijatuhkan, dipuji, dan berbagai emosi lainnya..

karena darimana lagi coba, saya bisa mendapatkan pelajaran yang berharga dalam hidup ini?
ya, dari semua orang yang ada sekitar kita ya kan?
saya dan si "you're the inspiration" adalah wujud dari akulturasi saya dengan dunia,
penggabungan yang coba saya gabungkan menjadi satu sehingga muncullah saya yang sekarang..

saya yang sekarang sedang belajar dan belajar lagi tentang apa arti dari kehidupan,
saya yang sekarang sedang berusaha untuk menjadi kupu-kupu yang dapat terbang jauh,
saya yang sekarang sedang berjuang untuk mengambil hikmah dari semua hal yang pernah terjadi dalam hidup saya,
saya yang sekarang masih menjadi ulat diantara kaki-kaki yang berjalan dengan derapnya yang terhentak keras dikanan-kiri saya, yang jika tidak hati-hati maka sayalah yang akan terinjak..

saya yang hanya mampu mengmbil sedikit hikmah dari apa yang terjadi disekitar saya,
saya yang terkadang hanya mampu berbicara tapi tak mampu merealisasikannya,
saya yang kata orang adalah orang yang tegar tapi terkadang masih tak mampu untuk berdiri tegar,
saya yang selalu malu jika banyak orang yang tahu jikalau saya sebenarnya sedang menangis apalagi sampai kedua orang tua saya yang tahu,

bukannya saya ingin menyimpan perasan sedih sendiri,
tapi itu terlebih karena saya lebih suka memberikan dan berbagi rasa bahagia dengan orang lain,
saya ingin mereka tersenyum sekalipun saya sedang sedih, 
dan toh saya tidak pernah menyimpannya sendiri, karena ada yang saya ceritakan untuk berbagi yaitu, Tuhan, tulisan dan sedikit orang yang saya percaya.. :)

intinya, saya dan si "you're the inspiration" adalah saya dan perjalanan hidup saya, yang kesemuanya diinspirasikan dari orang-orang yang ada dalam keseharian saya,
dari semua orang yang telah mau mencoretkan tinta warna kehidupan pada lembaran kehidupan saya,
dari semua orang yang telah mau menggoreskan berbagi warna dan melukiskannya dalam kanvas putih hidup saya..
dan sebelumnya saya berterima kasih pada kalian.. :) (walau secara tidak langsung) hehee..

Selamat Membaca, semoga bermanfaat, dan maaf jika ada yang salah atau ada yang kurang dihati kalian saat membacanya.. :)

09-Agustus-2011/20.08

Senin, 08 Agustus 2011

Terima Kasih..

entah saya ingin memulainya dari mana,
saya ingin menulis apa,
karena lagi.lagi saya memang sedang bingung,
lebih tepatnya, spertinya saya sedang merasa..

ah, sudahlah, saya hanya ingin sedikit menata pikiran saya,
pikiran yang cukup penuh dengan segala macam tugas,
yang memang kewajiban saya sih,
intinya mah saya hanya ingin refresh dulu sebentar.. hhee

saya yang sekarang adalah bentuk dari apa yang saya lakukan dahulu,
saya bukan anak baik, bukan anak cerdas, saya juga bukan anak yang istimewa,
tapi saya punya keistimewaan, ya, bahkan sangat istimewa,
sesuatu yang sangat istimewa karena memang hanya saya yang punya.. :)
saya memiliki segalanya,
saya punya air..
saya punya matahari dan oksigen..
dan karena ketiganya saya sekarang ada..

Tuhan, kamu itu bagaikan air..
karena tanpa-Mu aku tidak akan ada disni,
karena kamu aku memiliki matahari dan oksigenku sendiri,
maaf jika aku telah lancang menganalogikan kamu seperti air,
tapi sungguh tuhan, kamu benar-benar seperti air untukku..
air itu sifatnya dapat memberi dan dapat menghancurkan,
sama seperti kamu, kamu dapat melalukan kedua hal itu,
bahkan kamu lebih, lebih dari itu..
kamu memiliki aku jauh diatas aku memiliki diriku sendiri,
kamu tahu aku diatas aku mengetahui diriku sendiri,
kamu mengajari aku melukis, melukis hidup lebih tepannya..
melukis dengan berbagai macam warna yang dipadu-padankan..
karena warna kehidupan itu tak kan pernah ada yang sama,
Tuhan, terima kasih atas semua yang telah kau berikan padaku sampai detik ini..

mama, kamu adalah oksigenku..
tanpamu aku akan sesak,
terengal dan bahkan tidak dapat bernafas..
karena kamu adalah oksigenku, udaraku..
yang menelusup hingga ke dalam aliran darah ini,
kamu yang membuat organ-organ tubuhku berfungsi,
oksigenmu membuat aku hidup,
membuat aku dapat bertahan disini,
kamu itu adalah penopangku,
aku itu layaknya orang lumpuh yang jika tidak ditopang akan terjatuh..
kamu mengajari aku bagaimana menjadi kuat,
kamu mengajari aku bagaimana bertarung dalam hidup,
kamu mengajari aku bagaimana rasanya terjatuh dalam hidup ini,
kamu mengajari aku bertahan..
semuanya kamu ajarkan..
terimakasih untukmu ku persembahkan, wahai malaikat ku..

papa, kamu adalah matahariku..
tanpamu mata ini seakan buta..
ya, buta karena semuanya akan terasa begitu gelap..
karena kamu adalah sumber cahayaku..
bukankah mata tidak akan berfungsi  jika tidak ada pantulan cahaya?
kamu itu cahaya yang membimbingku hingga aku sampai pada titik ini..
kamu yang selalu menerangi jalanku..
kamu bagaikan matahari yang berkompas,
dengan cahayamu aku berjalan dalam ketidak tahuanku akan dunia ini,
dengan kompasmu aku diarahkan pada jalan-jalan yang terbaik..
kamu yang menunjukkan aku apa itu hidup dan kehidupan,
kamu yang menunjukkan padaku betapa riuhnya dunia ini
kamu yang menunjukkan aku baik dan buruknya kehidupan ini..
terimakasih untukmu ku persembahkan, wahai malaikatku..

ayah, ibu, aku mencintai kalian..
sungguh, bahkan lebih dari aku mencintai diriku sendiri..
Tuhan, hanya kamu yang tahu seberapa besarnya aku mencintai mereka,
aku kini telah dewasa, teringat kejadian beberapa tahun silam.,
dulu dan sekarang berbeda,
dulu jika aku dimarahi aku tidak terima dan tidak mendengarkan,
tapi itu dulu jauh sebelum aku mulai berpikir,
sekarang sangat berbeda,
melihat raut wajah kalian saja aku terkadang ingin menitikan air mata,
saat aku emosi, dan berbicara agak keras,
saat itu juga aku langaung terdiam,
berpikir, karena tak sepantasnya aku seperti itu,
aku lebih banyak diam daripada berbicara,
diam bukan berarti di dalam hati kesal,
aku diam karena aku berpikir..

ayah, ibu, kalian adalah manusia paling agung setelah Nabi Muhammad bagiku..
manusia yang paling patut untuk dicintai, dikasihi, dan dijaga..
Tuhan, aku benar-benar mencintai mereka,
aku bukanlah orang yang dapat mebual serta merta tentang perasaanku,
aku bukanlah orang yang mudah untuk menunjukkan peasaanku,
aku hanya dapat dan lebih suka menuliskan apa yang aku rasakan,
karena aku bukahlah oarang yang pintar berbicara,
dan aku memang buka tipe orang yang suka berbicara..
Tuhan, jika kau izinkan..
itu berarti perjalan hidupku masih panjang..
Tuhan, satu mimpiku Tuhan,..
berikanlah mereka kesehatan, jaga mereka selalu,
jika pada suatu saat nanti tiba wktunya aku keluar dari rumah mereka,
aku ingin mereka masih dapat melihatku,
aku masih ingin mencium kedua tangan mereka,
aku ingin mataharikulah yang mengantarkan aku pada saat itu,
aku ingin oksigenkulah yang mendampingiku pada saat itu..
itu mimpiku Tuhan,

entah apa yang aku rasakan saat ini, tapi tuhan..
terimakasih telah memberikanku mereka,
terimakasih untuk semuanya..
aku adalah manusia paling beruntung,
karena aku memiliki-Mu Tuhan,
dan aku memiliki 2 malaikat berperawakan manusia disisi ku..
manusia yang memiliki rasa cinta yang tak ada habisnya untukku,
manusia paling pemurah yang aku punya,
pahlawan ku dalam setiap masa,
orang yang selalu mengajariku bahwa
di dalam kekompakan ada perselisihan,
di dalam bahagia ada tangisan,
di dalam marah ada maaf,
di dalam pahit ada manis,
di dalam kehangatan ada dingin yang menusuk,
dan di dalam sebuah keluaga ada semuanya..
semuanya..